Cara Mudah Uninstal Program Dengan Cepat

IObit Uninstaller aplikasi sederhana dan simpel yang sangat memberikan manfaat dalam membuang un-instal aplikasi program dengan cepat dan bersih. Aplikasi ini di rancang untuk membuang program secara tuntas, prinsip kerjanya sangat sederhana  dengan memindai dan mendeteksi aplikasi tersebut  (yang terinstal) di komputer dan membuangnya. Sangat ampuh untuk membersihkan file-file sampai ke 'registry' windows dan temporary.

Selain itu juga terdapat fitur toolbar uninstaler yang berfungsi membuang plug-in pada browser seperti Mozila, IE, Chrome, maupun yang lainya. Bahkan beberapa fitur seperti large program yang mengelompokan aplikasi berdasarkan space ukuran dan merekomendasikan. Fitur yang paling top adalah membuang program dengan cara paksa force uninstall, fitur ini membuang aplikasi dengan mengambil file dengan ekstensi (exe) executable dan menghapusnya.

Untuk lebih jelasnya mari kita praktekan, pertama-tama yang harus dilakukan adalah download dan instal aplikasinya disini. Jalankan programnya seperti gambar dibawah ini
Pilih aplikasi program yang akan dibuang lihat gambar dibawah ini, program yang akan dibuang adalah Hotspot Shield
Dengan otomastis IObit akan memindai sampai ke registry dan menampilkan file-file yang akan dihapus
Cukup mudah bukan? aplikasi yang biasanya di lakukan oleh remove program dari control panel bawahan Windows sanggup dan mampu dikerjakan dengan bersih oleh IObit Uninstaller. Selamat mencobanya, :)

"Medsos" Media Informasi Bukan "Bullying"

Media sosial tidak henti-hentinya diminati oleh banyak orang baik kalangan muda sampai orang tua, entah karena berita yang menghibur atau infonya yang menarik. Ini yang menjadikan MedSos (media sosial) seperti Facebook menjadi salah satu dari beberapa medsos yang banyak digandrungi orang Indonesia. Peran serta medsos sudah begitu mempengarui banyak orang baik masyarakat, pelajar, musisi, maupun para politikus. Contoh yang lagi heboh dan membuming yaitu para politikus Indonesia yang lagi gencar-gencar di 'expose' maupun yang jadi korban di bullying.

Inilah realita sekarang  ketika masyarakat condong mengumbar berita gosip di media sosial, menjadikan berita cepat tersebar di mana-mana. Kemudahan meng-upload  menjadikan berita tersebut dengan mudah dikases. Jadi bukan hal tabu lagi ketika seseorang mencoba meng-update status di medsos, masalahnya adalah apakah status berita tersebut sudah layak dinikmati untuk umum atau tidak?. Terkadang ketika saya membaca postingan orang lain bermacam-macam statusnya; ada yang lagi narsis, curhat, marah-marah, jatuh cinta, dan lain-lain.

Ada hal yang menarik dan membuat saya tergelitik ketika membaca beberapa orang yang berkomen aneh-aneh yang  komen bikin ngakak...:) apalagi jika dibubuhi dengan gambar-gambar meme yang aneh-aneh. Jadi menurut saya kita harus pintar-pintar memilah-milah berita mana yang pantas untuk di simak dan mana yang tidak. Ada baiknya kita harus menyeleksi mana info yang patut dinikmati dan mana yang tidak sepantasnya. Yuk, mari kita belajar menggunakan medsos dengan bijak.

Gadget Untuk Kebutuhan atau Gaya Hidup?

Gadget merupakan perangkat mini yang saat ini hampir digunakan oleh banyak orang, hampir bisa dikatakan bukan kebutuhan sekunder lagi tapi lebih menjadi kebutuhan primer. Perangkat yang satu ini sudah banyak mewakili dari aktifitas keseharian kita seperti; komunikasi, browsing, chatting, email dan lain-lain. Bisa dikatakan perkembangan teknologi sangat mempengaruhi pola gaya hidup seseorang. Terbukti saat saya perhatikan, orang susah untuk melepaskan gadget handphone di dalam genggaman tangannya. Perilaku seperti ini sudah mengubah gaya hidup seseorang, dari yang biasa ngobrol dengan ketemuan langung ternyata terwakilkan dengan komunikasi telepon atau chatting.
Perilaku dengan gadget sudah merambah dan mempengaruhi gaya hidup lifestyle seseorang. 

Bayangkan saja orang bisa memiliki lebih dari satu atau lebih perangkat gadget bukan hanya itu saja gadget yang di gunakanpun selalu mengikuti trend terbaru sudah tentu harga pastis mahal. Semakin baru perangkat gadget yang digunakan semakin orang tersebut mau menunjukan status sosialnya, baik diantara teman-teman sekantornya atapun dilingkungan masyarakat. Perilaku gaya hidup yang sudah terbalik, bukan karena seseorang membutuhkan perangkat gadget seperlunya tetapi malah mau menunjukan siapa jati diri orang tersebut.

Jika kita mau sadar dan mau menggunaan gadget seperlunya dengan tidak berlebihan, ini merupakan contoh tindakan yang  sangat-sangat bijaksana. Perilaku mencukupkan diri, memaksimalkan perangkat gadget dan tidak mengikuti gaya hidup yang konsumtif merupakan beberapa contoh yang semetinya kita kerjakan. Mari belajar bersama-sama untuk mengubah perilaku-perilaku yang tidak baik dan menggantikanya dengan perilaku yang bermanfaat dan berguna.

Berani Mengambil Resiko Apakah Ciri Untuk Sukses?

www.kriteriaku.com
Belajar disiplin, belajar mandiri, belajar kreatif, belajar dan belajar terus... Salah satu cara pembelajaran yang tidak akan pernah berhenti, mendidik sikap diri dan merubah cara pandang hidup untuk lebih baik. Saya rasa bukan hanya kemauan "belajar" saja yang mempertumbuhkan kreatifitas diri, tetapi juga harus berani berkomitmen untuk berani "meninggalkan". Ya, meninggalkan apa yang sepatutnya harus ditinggalkan dan mencoba meraih langkah kedepan untuk jauh lebih baik! lalu apa konsekuensinya, apakah dengan serta-merta dengan meninggalkan kebiasaan lama permasalahan terselesaikan? tentu tidak semudah itu.

Berani mengambil resiko serta kemauan yang kuat merupakan kunci dasar meraih apa yang disebut impian "dream", Saya pribadi juga masih belum yakin apa benar cara tersebut cukup ampuh atau mungkin saja tidak. Cara masing-masing orang mengembangkan kreatifitasnya sangat-sangat berbeda, ada yg dimulai karena dorongan atau hasrat yang kuat, ada juga karena kondisi yang menuntut harus mengerjakan-nya. Sering kali ketika melihat orang lain yang sukses rasa iri mulai timbul, seperti seolah-olah saya yang gagal dan mereka yang beruntung. Pikiran semacam ini yang mestinya harus kita buang jauh-jauh.

Setelah membaca dari beberapa artikel tentang trik sukses dengan jurus-jurus maut sepertinya sangat menggairahkan sekali, tetapi kenyataan-nya jauh dari apa yang dipikirkan. Tidak semudah itu, mereka berjuang bukan hanya berkomitmen saja tetapi "berani mengambil resiko". Bagian ini sepertinya yang ingin kita hilangkan, mau hasil tetapi tidak mau resikonya. Wah, kalau seperti ini pasti semua orang juga mau...hehe.

Yuk, mari belajar meng-optimalkan diri dan mulai meninggalkan kebiasaan buruk. Bagaimana caranya dan apa hasilnya? masing-masing diri kita yang tahu. Memulai dengan yang tertinggal dan bergegas mengusahakannya.

 

Iklan